Tampilkan postingan dengan label Indikator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indikator. Tampilkan semua postingan

Accelerator/Decelerator Oscillator - AC

Iklan Mendadak | Kamis, 12 April 2012

Salah satu elemen terakhir yang mungkin berubah adalah arga. Saat harga berubah, pasar memulai moditfikasi, dan sebelum permulaan proses ini, tenaga kemunculan harus melambat dan menyentuh perkiraan nol. Setelah itu, mulai naik mundur sampai harga memulai pergerakkan lain.
Akselerasi atau penurunan dapat diukur melalui indikator teknik Acceleration/Deceleration, AC. Indikator mengubah tren saat penyesuaian pergerakkan, dan yang terakhir berubah saat harga berfluktuasi. AC menjadi sinyal perubahan, yang memberikan manfaat tertentu.
Keseimbangan kekuatan akselerasi berada di level nol. Dengan berada diatas nol Oscillator Acceleration Deceleration, AC memudahakn untuk bergerak naik dengan intensif (dan sebaliknya saat berada di bawah nol). Selama perkiraan transit nol tidak memberikan sinyal. Untuk pengambilan keputusan dan pengawasan pasar, diharuskan mengawasi perubahan warna. Harus diingat bahwa lebih baik tidak membeli dengan bantuan AC, jika warna hijau, dan jual jika berubah merah.
Dalam pembelian, hanya dua kolom berwarna hijau yang dibutuhkan, dan sebaliknya, untuk penjualan -- dua kolom merah saat memperkirakan pasar dalam arah pergerakkan. Dalam membuka posisi, jika kekuatan berada di arah berlawanan, diperlukan konfirmasi, ini berarti kolom tambahan. Dengan itu dikatakan bahwa indikator harus menunjukkan tiga kolom diatas nol, dalam hal ini, untuk posisi pembeian -- tidak kolom hijau dibawah nol..
Harga - adalah elemen perubahan yang terakhir. Sebelum harga berubah, tenaga pergerakkan pasar bergerak, dan sebelum ini, akselerasi harus melambatkan fase dan mencapai level nol. Setelah itu, mulai berakselerasi dalam arah berlawanan sampai harga mulai berfluktuasi.
Indikator teknik Acceleration/Deceleration, AC mengukur akselerasi dan penurunan pergerakkan saat ini. Indikatorini mengubah tren pada koreksi, dan perubahan tersebut mengubah arah sebelum pergerakkan harga. Pemahaman bahwa AC meningkatkan perhatian memberikan manfaat yang jelas. Garis nol - praktisnya ini adalah titik dimana tenaga pergeakkan seimbang dengan akselerasi. Jika Acceleration Deceleration, AC diatas nol, maka biasanya lebih mudah untuk melanjutkan pergerakkan naik (sebaliknya - jika dibawah nol). Terhadap Аwesome Оscillator, cross-cut garis nol tidak menjadi tanda. Satu-satunya hal yang dilakukan untuk mengawasi pasar dan mengambil langkah adalah memperhatikan perubahan warna. Untuk menghindari pemikiran keras, ingatklah: lebih baik tidak membeli menggunakan AC saat kolom saat ini berwarna merah dan tdiak menjual saat warna menjadi hijau. Jika anda memasuki pasar dalam arah kekuatan pergerakan (indikator Acceleration/Deceleration berada diatas nol saat melakukan pembelian, dan dibawah saat penjualan), kemudian untuk membeli, dibutuhkan dua kolom hijau (dua kolom merah untuk menjual). Jika kekuatan pergerakkan menentang posisi yang dibuka )indikator dibawah nol pada pembelian, diatas nol pada penjualan), diperlukan konfirmasi, jadi anda membutuhkan satu kolom lagi. Dalam hal ini, diperlukan indikator untuk menunjukkan tiga kolom merah diatas garis nol untuk posisi jual, dan tigak kolom hijau untuk posisi beli.


Kalkulasi

ADX = SUM[(+DI-(-DI))/(+DI+(-DI)), N]/N
Where:
N - jumlah periode yang digunakan untuk kalkulasi.

Accumulation/Distribution - A/D

Variasi harga dan volume ditunjukkan oleh indikator teknik Accumulation Distribution, A/D. Mengukut indeks pada saat perubahan harga berubah menjadi volume, saat harga meningkat, fluktuasi harga berdampak pada indikator juga meningkat.
Indikator ini adalah analog dari indikator yang lebih meluas - On Balance Volume. Indeks ini digunakan untuk menguji dan memastikan harga dalam hal koreksi volume trading.
Saat Accumulation/Distribution (A/D) mulai berkembang, berarti anda dapat memulai pembelian atau akumulasi sekuritas karena bagian volume trading berhubungan dengan pergerakkan harga naik. Penjualan atau alokasi sekuritas dapat dimulai pada saat indikator mulai turun, karena bagian volume tradng benar-benar berhubungan dengan pergerakkan harga.
Dapat dikatakan mengenai penyesuaian harga yang akan datang jika ada perbedaan antara indikator akumulasi distribusi dan saham. Lebih sering, jika perbedaan harga mengubah arah sehubungan dengan indikator. Contoh: Jika indeks naik, harga turun, selanjutnya, koreksi dapat diharapkan.


Calculation:
Ke/dari perkiraan indiaktor ditambahkan/dikurangi sebagian khusus volume deal. Jiak harga penutupan dekat ke titik maksimum hari ini, maka ukuran bagian yang dapat ditambahkan lebih besar. Dengan berada diantara ketinggian dan kerendahan, indikator tetap di level yang sama.
A/D(i) =((CLOSE(i) - LOW(i)) - (HIGH(i) - CLOSE(i)) * VOLUME(i) / (HIGH(i) - LOW(i)) + A/D(i-1)
Artinya:
A/D(i) - Accumulation/Distribution indicator bar saat ini;
CLOSE(i) – bar harga penutupan;
LOW(i) – bar harga minimal;
HIGH(i) – bar harga maksimal;
VOLUME(i) – volume;
A/D(i-1) - Accumulation/Distribution indicator untuk bar sebelumnya.
Indikator teknik Accumulation Distribution, A/D ditentukan oleh penyesuaian harga dan volume. Volume sepertinya menjadi indeks saat harga berubah - semakin besar indeksnya (volume), semakin signifikan pengaruh koreksi harga pada indikator (untuk periode tertentu).

Alligator

Seringkali pasar tidak bergerak kemanapun. Hanya sekitar 15–30% pasar membentuk tren dan trader, yang tidak berada dalam trading, menghasilkan profit dari pergerakkan tren. Kakek saya sering mengatakan «Bahkan ayam yang buta sekalipun akan menemukan jagung jika kamu memberikannya makan disaat yang sama setiap hari». Kami menyebut trading tren dengan «blind chicken market». Walaupun menghabiskan waktu beberapa tahun untuk mengerjakan indikator, yang memudahkan kami mempertahankan «gunpowder agar tetap kering» sampai kami mencapai «blind chicken market».
Bill Williams
Indikator teknik Alligator - merupakan kombinasi Balance Lines (Moving Averages), menggunakan geometri fractal dan dinamika non lineal.
Garis biru (Alligator`s jaw) - adalah Balance Line untuk periode sementara, yang digunakan untuk konstruksi grafik (13-period smoothed moving average dipercepat 8 bar)
Garis merah (Alligator`s teeth) - adalah Balance Line untuk jangka waktu yang signifikan yang satu level lebih rendah (8-period smoothed moving average dipercepat 5 bar)
Garis hijua (Alligator`s lips) - adalah Balance Line untuk jangka waktu yang signifikan, satu level lebih rendah (5-period smoothed moving average dipercepat 3 bar).
Lips, teeth dan jaws mengarah pada interaki periode waktu yang berbeda. Tren pasar dapat dibedakan hanya sekitar 15-30%, dan sisanya anda harus mengikuti tren dan tidak beropresi8 dalam perubahan pasar dalam periode harga tertentu.
Alligator akan tertidur atau telah tertidur jika Jaw, Teeth, dan Lip menutup atau saling terjalin. Sementara Alligator tertidur, "hunger" akan semakin kuat, semakin lama tertidur, "hunger" akan semakin kuat saat terbangun. Hal pertama yang dilakukan adalah menguap dan membuka Jaw. Setelah itu, dia merasakan atau mencium bau makanan - Bear atau Bull, dan mulai berburu, setelah beberapa saat Alligator memakan dan mengisi nafsu makannya, contoh selama saat itu Balance Line akan berkumpul, ini merupakan waktu yang baik untuk membenarkan profit.

Average Directional Movement Index - ADX

Average Directional Movement Index, ADX merupakan indikator teknik yang membantu menentukan tren harga. J. Welles Wilder merupakan pengembang yang mendeskripsikan secara detail konsep dalam buku “New concepts in technical trading systems”.
Perbandingan dari indikator dua arah 14-period +DI dan 14-period –DI memudahkan menentukan metode trading pada level yang paling sederhana dalam skala sistem Directional Movement. Untuk kalkulasi, indikator grafik digambarkan di satu sama lain, atau +DI dikurangi dari –DI. Harus diingat, pembelian saat +DI lebih tinggi dari –DI, dan penjualan dilakukan saat +DI lebih rendah dari –DI, metode ini diberikan oleh W. Wilder.
“Extreme point rule” adalah tambahan pada peraturan trading W. Wilder. Digunakan untuk penurunan deal dan eliminasi sinyal yang salah. Prinsip “extreme points” adalah anda harus menandakan titik persilangan dari +DI dan –DI; dan akan menjadi “extreme point”. +DI menjadi diatas –DI, menunjukkan harga maksimal dalam satu hari saat mereka bersilang. Dan sebaliknya, jika +DI lebih rendah dari –DI, maka titik persilangan akan menjadi harga minimal hari ini. Saat memasukki pasar juga ditentukan oleh titik ekstrim. Dalam menjadi lebih tinggi dari poin ekstrim, contoh; saat +DI diatas -DI, perlu menunggu untuk sinyal lalu memulai pembelian. Posisi jual dapat dipertahankan jika level harga tidak dapat melebihi level poin ekstrim.


Kalkulasi
ADX = SUM[(+DI-(-DI))/(+DI+(-DI)), N]/N
Dimana:
N - jumlah periode yang digunakan dalam kalkulasi.

Average True Range - ATR

Indikator perubahan pasar adalah Average True Range, ATR. Welles Wilder pertama kali memperkenalkan konsep ini dalam buku “New concepts in technical trading systems”. Setelah itu, indikator ini digunakan sebagai salah satu komponen sistem trading dan indikator.
Sering kali saat penurunan harga, yang disebabkan oleh penjualan yang berlebihan, Average True Range mencapai nilai yang amat tinggi. Selama pergerakkan horisontal, indikator berada di level rendah, sering terjadi selama penguatan pada titik atas pasar. Ditentukan oleh peraturan yang sama dengan indikator perubahan. Semakin rendah nilai indikator, semakin mungkin fakta bahwa arah tren akan melemah, dan sebaliknya, semakin tinggi nilai indikator, semakin ada kemunkinan bahwa tren akan berbalik: ini adalah metode perkiraan menggunakan Average True Range.


Kalkukasi
True Range mengikuti nilai-nilai berikut:
- Perbedaan antara level maksimum dan minimum (ketinggian dan kerendahan);
- Perbedaan antara harga penutupan sebelumnya dan level maksimum saat ini;
- Perbedaan antara harga penutupan sebelumnya dan level minimum sebelumnya.
Indikator Average True Range adalah rata-rata pergerakkan nilai true range.

Awesome Oscillator - AO

Indikator yang mampu menunjukkan apa yang terjadi dengan Driving Forex pasar adalah indikator teknik Bill Williams Awesome Oscillator, AO. Komponen indikator: 34-period simple moving average yang dibuat oleh poin Middle Bar (H+L)/2, yang dikurangi dari 5-period simple moving average, yang dibuat oleh poin middle bar (H+L)/2.
Sinyal untuk pembelian
Saucer
Berada diatas titik nol, histogram memberinya satu-satunya sinyal untuk membeli.
Peringatan:
Saat histogram mulai berubah arah dari titik terrendah ke yang tertinggi, saat bar yang lebih rendah dari yang pertama dan berwarna merah, kemudian sinyal "Saucer" muncul.
Untuk kemunculan sinyal "Saucer" diharuskan paling tidak ada 3 bar histogram.
Ingatlah dalam menggunakan sinyal "Saucer" untuk membeloi, bar Awesome Oscillator harus diatas garis nol.
Zero crossing
Saat histogram melewati nilai negatif ke yang positif, muncul sinyal untuk membeli.
Syarat:
Hanya dua bar yang dibutuhkan untuk sinyal;
Salah satu bar harus berada di bawah level nol dan yang kedua harus melaluinya (melewati dari tingkat negatif ke yang positif).
Ada sinyal untuk pembelian dan penjualan di saat yang sama.
Two pikes
Dalam berada di bawah garis nol, nilai histogram dalam hal ini memberi sinyal pembelian.
Peringatan:
Jika pike turun (level minimum terrendah), dibawah garis nol dan diikuti oleh pike turun lainnya, yang lebih tinggi dari sebelumnya (jumlah negatif yang kurang dari nilai absolut, mendekati garis nol), membuat sinyal.
Histogram harus ditempatkan di antara dua pike. SInyal tidak berfungsi jika histogram melewati garis nol antara pike. Segera setelah Histogram melewati garis nol, sinyal pembelian dengan segera akan muncul.
Pike baru dari histogram harus berbeda tinggi, contoh; setiap pike harus lebih tinggi dari sebelumnya.
Sinyal tambahan untuk pembelian adalah pembentukkan dari pike yang lebih tinggi; semetara itu historgram tidak boleh melewati garis nol.
Sinyal untuk menjual
Dalam Awesome Oscillator sinyal untuk penjualan sama dengan sinyal untuk pembelian. Sinyal "Saucer" dibalik, ditempatkan lebih rendah dari garisk nol. "Zero Crossing" - bar pertama lebih tinggi dari garis nol, kedua lebih rendah, contoh, menurun. "Two Pike" dibalik dan ditempatkan di atas garis nol.


Kalkulasi
AO merupakan 34-period simple moving average, yang diletakkan di poin pusat bar (H+L)/2, dan dikurangi dari 5-period simple moving average, digambarkan sepanjang poin pusat bar (H+L)/2.MEDIAN PRICE = (HIGH+LOW)/2
AO = SMA(MEDIAN PRICE, 5)-SMA(MEDIAN PRICE, 34)
Where:
SMA - Simple Moving Average.

Bollinger Bands - BB

Bllinger Bands, BB, mirip dengan Envelopes. Ada perbedaan antara keduanya: batas envelope berada daiats dan dibawah kurva rata-rata pergerakkan pada penetappan, diletakkan ke jarang persentase, namun batas BB dibuat dalam skala jarang yang setara dengan kuantitas tertentu dari perbedaan standar. Nilai penyimpangan standar bergantung pada perubahan, jadi band mengontrol luasnya: luas meningkat saat pasar tidak stabil. Saat pasar stabil, menurun pada periode yang stabil.
Bollinger Bands biasanya digambarkan dalam grafik harga, namun dapat digambarkan dalam grafik indikator juga. Dalam hal dengan Moving Average Envelope, interpretasi BB berdasarkan pada fakta bahwa harga biasanya berada dalam jangkauan batas band atas dan bawah.
Keunikan Bollinger Bands adalah lebarnya yang disesuaikan dengan perubahan harga. Dalam periode perubahan harga (contoh perubahan tinggi) band meluas dengna adanya besar harga. DAlam periode stagnasi (contoh perubahan rendah) band menyimpang, mempertahankan harga agar tetap berada dalam batas.
Keunikkan Bollinger bands:
1. PErubahan harga yang mendadak biasanya terjadi setelah stagnasi band menunjukakn penurunan perubahan.
2. Jika harga melebihi batas band, maka tren saat ini akan berlanjut.
3. Jika setelah kenaikkan dan lubang diluar band, puncak dan lubang didalam band mengikuti, maka pembalikan tren mungkin terjadi.
4. Pergerakkan harga dimulai dari salah satu batas band biasanya mencapai batas sebaliknya. Penelitian terakhir berguna untuk memperkirakan target harga.


Kalkukasi
Bollinger bands dibentuk oleh tiga garis. Middle Line (ML) adalah Moving Average biasa.
ML = SUM [CLOSE, N]/N
Top line, TL, sama dengan jumlah tertentu Middle Line dari defiasi standar (D) lebih tinggi dari ML.
TL = ML + (D*StdDev)
Bottom line (BL) adalah Middle Line yang berubah turun oleh jumlah yang sama dari deviasi standar.
BL = ML - (D*StdDev)
Dimana:
N - jumlah periode yang digunakan dalam kalkulasi;
SMA - Simple Moving Average;
StdDev - Standard Deviation.
StdDev = SQRT(SUM[(CLOSE - SMA(CLOSE, N))^2, N]/N)
Direkomendasikan untuk menggunakan 20-period Simple Moving Average sebagai middle line, dan tetapkan garis atas dan bawah dua deviasi standar agar jauh dari ML. Selain itu Moving Average kurang dari 10 periode tidak telalu berdampak banyak.

Ichimoku Kinko Hyo

Indikator teknik Ichimoku Kinko Hyo bertujuan untuk menentukan tren pasar dan level resistance dan memunculkan sinyal jual dan beli. Bekerja dengan amat baik pada grafik mingguna dan harian.
4 jangka waktu dengan panjang yang berbeda digunakan untuk menentukan pengaturan dimensi. Tingkat garis yang terpisah, pembentukan indikator ini berdasarkan pada selisih harga berikut:
Tenkan-sen menunjukkan rata-rata harga untuk periode pertama, dideteksi sebagai jumlah maksimum dan minimum periode ini dibagi menjadi dua;
Kijun-sen menunjukkan rata-rata harga untuk periode kedua;
Senku Span A menunjukakn jarak pertengahan antara dua garis sebelumnya bergerak maju dalam periode kedua kali;
Senkou Span B menunjukan rata-rata harga untuk periode ketiga bergerak maju dalam ukuran periode waktu kedua.
Chinku Span menunjukan harga penutupan bar saat ini bergerak mundur dalam ukuran periode kedua. Jarak antara garis Senkou dotong di grafik oleh warna lain yang disebut "cloud". Jika harga ditempatkan diantara garis ini, pasar dianggap sebagai non tren dan batas cloud membentuk level support dan resistance.
Jika harga diatas cloud kemudian garis atas menjadi level support pertama dan garis kedua - level support kedua;
Jika harga berada dibawah cloud kemudian turun menjadi level resistance pertama dan garis atas - yang kedua;
Jika Chinkou Span melewati grafik harga dari bawah dan naik, itu merupakan sinyal pembelian. Jika dari atas turun - menunjukan sinyal penjualan.
Kijun-sen digunakan sebagai rasio pergerakkan pasar. Jika harga lebih tinggi dari Kijun-Sen, maka harga akan terus naik. Saat harga melewati garis, maka pembalikkan tren dapat terjadi. Cara lain dalam menggunakan Kijun-Sen adalah memberikan sinyal. Sinyal untuk pembelian dibuat saat garis tenkan-sen menyajmbung Kijun-sen dari bawah keatas. Dari atas kebawah adalah sinyal untuk menjual. Tenkan-Sen digunakan sebagai indikator tren pasar. Jika garis ini naik atau turun - terdapat tren. Saat garis horisontal - pasar terus melaju.

Commodity Channel Index - CCI

Indikator teknik yang mengukur deviasi harga instrumen dari rata-rata harga disebut Commodity Channel Index, CCI. Harga tinggi jika nilai indikator tinggi dan sebaliknya, jika indeks memiliki nilai rendah, maka harga rendah. CCI dapat digunakan tidak hanya pada barang, tetapi juga untuk instrumen finansial.
Commodity Channel Index dapat digunakan dalam dua cara:
1. Divergence search
Commodity Channel Index tidak dapat melaju lebih tinggi dari maksimum sebelumnya, jadi saat harga maksimal dicapai, penyimpangan terjadi. Sering terjadi koreksi harga setelahnya.
2. Indikator Oversold/overbought
Fluktuasi Commodity Channel Index terjadi antara +100 dan -100. Saat tingkat indikator lebih tinggi dari +100, menunjukkan kondisi overbought (kemungkinan resesi) dan saat nilai lebih rendah dari -100 menunjukkan oversold (kemungkinan naik).


Kalkulasi1. Untuk menemukan harga khusus. Anda harus menambahkan ketinggian, kerendahan, dan penutupan dari setiap bar dan membagi hasilnya dengan 3.
TP = (HIGH + LOW +CLOSE)/3
2. Untuk menghitung periode N Simple Moving Average dari harga khusus.
SMA(TP, N) = SUM[TP, N]/N
3. Untuk mengurangi SMA yang diterima (TP, N) dari harga khusus.
D = TP - SMA(TP, N)
4. Untuk menghitung periode N Simple Moving Average nilai D absolut.
SMA(D, N) = SUM[D, N]/N
5. Untuk mengalikan SMA yang diterima (D, N) sebanyak 0,015.
M = SMA(D, N) * 0,015
6. Untuk membagi M dengan D
CCI = M/D
Dimana:
SMA - Simple Moving Average;
N - jumlah periode, digunakan untuk kalkulasi.

DeMarker - DeM

Indikator teknik DeMarker (DeM) berdasarkan pada perbandingan bar maksimum saat ini dan sebelumnya. Saat maksimum terkini terletak diatas yang sebelumnya, perbedan antaranya terlihat. Saat maksimum terkini terletak di level yang sama dengan yang sebelumnya atau diatasnya, volume nol terlihat. Kemudian, nilai yang diterima untuk periode tertentu mulai disimpulkan, hasilnya adalah indikator angka DeMarker yang dibagi dengan nilai yang sama plus jumlah perbedaan antara harga minimum bar sebelumnya dan saat ini. Saat harga minimum diatas level sebelumnya, level nol ditetapkan.
Saat DeMarker jatuh dibawah pembalikkan harga bullish 30, pembalikkan harga diharapkan. Jika DeMarker naik diatas 70, pembalikkan harga bearish 70 diharapkan .
Penggunaan periode perhitugan yang panjang untuk kalkulasi memudahkan menangkap kecenderungan jangka panjang dalam pengembangan pasar. Indikator dengan periode pendek membiarkan untuk memasukki pasar dengan resiko dan rencana saat membuat deal agar dapat berada di kecenderungan utama.


Kalkulasi
Nilai DeMarker untuk interval "i" dihitung sebagai berikut:
DeMax(i) Dihitung:
Jika high(i) > high(i-1) , maka DeMax(i) = high(i)-high(i-1), jika tidak DeMax(i) = 0
DeMin(i) dihitung:
Jika low(i) < low(i-1), maka DeMin(i) = low(i-1)-low(i), jika tidak DeMin(i) = 0
Nilai DeMarker dihitung dengan:
DMark(i) = SMA(DeMax, N)/(SMA(DeMax, N)+SMA(DeMin, N))
Where:
SMA - Simple Moving Average;
N - jumlah periode yang digunakan dalam kalkulasi.

Elder-rays

Penggabungan indikator tren retracing dan oscillator disebut juga indikator teknik Elder-Rays. Exponential moving average (EMA, periode yang paling cocok adalah 13) dugnakan untuk mengikuti indikator; Oscillator menunjukkan kekuatan Bulls dan Bears. untuk membentuk grafik diperlukan menggambar 3 diagram; satu untuk grafik harga dan EMA, dan Bulls Power dan Bear Power Oscillator di dua lainnya.
Elder-Rays dapat digunakan dengan metode lain atau dengan sendirinya.
Untuk menggunakannya secara terpisah, anda harus mengingat bahwa pergerakkan EMA menunjukkan arah tren dan anda harus membuka posisi bersamaan. Oscillator Bulls dan Bear digunakan untuk mendeteksi saat pembukaan atau penutupan posisi. Pembelian direkomendasikan jika:
Ada tren naik (dideteksi oleh arah EMA);
Ada Oscillator negatif namun meningkat dari Bear Power;
Kenaikkan terarkhir dari Bulls Power Oscillator lebih tinggi dari yang sebelumnya;
Bears Power Oscillator naik setelah penyimpangan Bullish
Pembelian harus diminimalisasi jika Bears Power Oscillator memiliki nilai positif.
Penjualan direkomendasikan jika:
ada tren turun (yang dideteksi oleh arah EMA);
Bulls Power Oscillator bersifat positif namun menurun;
Celah terakhir Bulls Power Oscillator lebih rendah dari yang sebelumnya;
Bulls Power Oscillator menurun mengarah dari persimpangan Bearish.
Tidak direkomendasikan untuk membuka posisi jual jika Bulls Power Oscillator memiliki nilai negatif.
Waktu yang paling sukses untuk eksekusi order adlaah perbedaan antara Bulls Power dan Bears Power dan harga.

Envelopes

Salah satu dari dua moving average berubah naik, pergerakan lainnya turun - mereka berasal dari indikator teknik Envelopes. Dalam memiliih besarnya perubahan Band Bound ditentukan oleh perubahan pasar: semakin banyak perubahan, semakin relatif jumlahnya.
Fluktuasi harga sekuritas ditentukan oleh batas atas dan bawah Envelopes. Jika harga mencapai batas bawah, ada sinyal pembelian, jika harga menyentuh batas atas, ada sinyal penjualan.
Penggunaan indikator Envelopes berdasarkan pada logika perilaku pasar, contoh dibawah tekanan sejumlah besar orang yang ingin membeli atau menjual, harga mencapai poin tertinggi (batas atas atau bawah), mendekati level normal akan menjadi stabil. Prinsip yang sama digunakan untuk pengertian Bollinger Bands (BB).


Kalkulasi
Upper Band = SMA(CLOSE, N)*[1+K/1000]
Lower Band = SMA(CLOSE, N)*[1-K/1000]
Dimana:
SMA - Simple Moving Average;
N - averaging period;
K/1000 - nilai perubahan dari rata-rata (yang diukur di poin dasar).

Force Index - FRC

Indikator teknik Force Index (FRC) mengukur kekuatan naik selama setiap penurunan. Menghubungkan elemen utama informasi pasar: tren harga, penurunan dan volume transaksi. Indikator ini dapat digunakan secara independen, namun, lebih baik untuk menghaluskannya dengan bantuan Moving Average. Saat terbaik untuk pembukaan atau penutupan mudah ditemukan menggunakan Short Moving Average. Jika Smoothing dibuat dengan bantuan Long Moving Average (Contoh 13 periode) indeks akan mengungkapkan perubahan tren.
Beli saat FRC menjadi negatif (turun dibawah level nol);
Saat mencapai ketinggian baru, indikato mengingatkan bahwa tren naik berlanjut;
Jual saat tren turun FRC menjadi positif;
Saat turun ke FRC mengingatkan mengenai kekuatan bearish dan kelanjutan tren turun;
Jika perubahan harga tidak dilindungi oleh perubahan dalam volume FRC yang sama, indeks tetap pada level yang sama dan ini adalah sinyal bahwa pembalikkan tren diharapkan dengan segera.


Kalkulasi
Kekuatan setiap pergerakkan pasar dibedakan dengan arahnya, skala dan volume. Jika harga penutupan bar saat ini lebih tinggi dari bar sebelumnya, tenaganya positif. Jika harga penutupan lebih rendah dari yang sebelumnya, tenaganya negatif. Semakin besar perbedaan harga semakin besar kuatnya. Semakin besar volume transaksi, semakin kuat.
FORCE INDEX (i) = VOLUME (i) * ((MA (ApPRICE, N, i) - MA (ApPRICE, N, i-1))
where:
FORCE INDEX (i) - Force Index bar saat ini;
VOLUME (i) - volume bar saat ini;
MA (ApPRICE, N, i) - Moving Average bar saat ini untuk N periode:
Simple, Exponential, Weighted atau Smoothed;
ApPRICE - harga yang digunakan;
N - periode smoothing;
MA (ApPRICE, N, i-1) - Moving Average bar sebelumnya.

Fractals

Seluruh pasar ditunjukkan oleh stabilitas harga selama periode panjang dan hanya terkadang perubahan tren dapat terjadi (15-30 %). Periode yang paling menguntungkan adalah saat harga pada pasar berubah menurut tren.
Fractal - salah satu indikator Bill William yang mebiarkan mendeteksi dasar atau puncak. Penentuan teknis fractal naik adalah jangkauan dari 5 bar minimum berturut-turut dimana dua bar dengan maksimum yang lebih rendah ditempatkan sebelum dan setelah maksimum yang lebih tinggi. Pengaturan sebaliknya (jangkauan 5 bar dimana 3 bar dengan minimum yang lebih tinggi adalah minimum terrendah sebelum dan setelahnya) merupakan fractal turun. Di grafik, fractal memiliki nilai ketinggian dan kerendahan; mereka ditunjukkan oleh panah naik dan turun.
Sinyal indikator teknik Fractals harus dibedakan dengan indikator teknik Alligator. Dengan kata lain, anda tidak boleh membeli jika Fractal lebih rendah dari Alligator Teeth, dan anda tidak boleh menjual jika Fractal diatas Alligator Teeth. Setelah sinyal Fractal dibentuk dan memiliki kekuatannya, yang dipastikan oleh posisinya diluar Alligator Mouth, Fractal tetap menjadi sinyal sampai sinyal fractal baru muncul.

Gator Oscillator - Gator

Gator Oscillator dibentuk dalam skala Alligator dan menunjukkan derajat penyimpangan/perbedaan garis saldo (smoothed moving average). Histogram nain menunjukakn perbedaan mutlak antara tingkat garis merah dan biru. Perbedaan yang sama dengan tanga negatif, karena histogram digambarkan dari atas ke bawah, ditunjukkan oleh histogram bawah.

Market Facilitation Index - BW MFI

Indikator Teknik Market Facilitation Index, BW MFI menunjukkan fluktuasi harga turun dalam satu tick. Nilai mutlak indikator tidak memiliki arti dengan sendirinya, hanya perubahannya yang berarti. Bill William melampirkan keistimewaan pada variasi indikator dan volume:
Indikator Market Facilitation Index dan volume telah meningkat, hal tersebut menunjukkan bahwa a) Semakin banyak trader yang masuk ke pasar (volume naik); b) posisi trader yang baru terbuka bersamaan dengan pengembangan bar, contoh: pergerakkan telah dimulai.
Indikator Market Facilitation Index dan volume telah menurun. Ini menunjukkan bahwa keinginan trader telah hilang.
Indeks Indicator Market Facilitation telah naik namun volume turun. Pasar tidak didukung oleh volume dari pihak trader, dan harga berubah karena spekulasi trader "on the floor" (perantara - broker dan dealer).
Indikator Market Facilitation Index telah turun namun volume naik. Bulls dan Bears bertentangan yang diikuti volume penjualan dan pembelian namun flukstuasi harga tidak signifikan karena rata-rata kekuatan yang setara. Salah satu dari dua pertentangan (pembeli terhadap penjual) akan menang. Biasanya terobosan memberi tahu apakah bar ini menentukan kelanjutan atau tren dibatalkan. Bill William menamakan bar ini "curtsying".


Kalkulasi
Untuk menghitung Market Facilitation Index anda harus mengurangi harga bar terrendah dari harga bar tertinggi dan membagi dengan volume.
BW MFI = RANGE*(HIGH-LOW)/VOLUME
Where:
RANGE - faktor penggandaan yang membawa perbedaan dalam poin ke seluruh angka.

Momentum

Indikator yang mengukur perubahan harga instrumen finansial untuk periode tertentu disebut juga Momentum Technical Indicator. Ada dua metode utama penggunaan indikator Momentum:
Sebagai Oscillator yang mengikuti tren, mirim dengan Moving Average Convergence/Divergence MACD. Sinyal untuk beli terjadi saat indikator momentum membentuk dan memulai pertumbuhannya; sinyal untuk membeli terjadi saat indikator momentum mencapai puncak dan berbalik turun. Untuk perhitungan yang pasti dari pembalikkan indikator adalah rata-rata pergerakkan pendek yang digunakan.
Berlanjutnya kecenderungan saat ini ditentukan jika indikator momentum sangat tinggi atau rendah nilainya. Jika indikator mencapai ketinggian dan kemudian menurun, diharapkan pertumbuhan harga lebih jauh. Namun, jangan terlalu cepat membuka (menutup) posisi sampai harga membuktikan sinyal indikator.
Sebagai indikator utama. Metode ini didasari pada anggapan bahwa fase akhir tren naik biasanya disertai dengan kenaikkan tinggi dari harga (karena setiap orang yakin dalam kelanjutannya) dan penyelesaikan pasar Bullish oleh penurunan tajam harga (karena semua orang mencoba meninggalkan pasar).
Saat pasar menutup turun disertai dengan terobosan cepat indikator momentum. Kemudian indikator mulai turun sementara harga terus naik dan bergerak horisontal. Dalam dasar pasr, momentum tiba-tiba turun kemudian berubah naik jauh sebelum harga naik. Dalam kedua hal tersebut, penyimpangan terjadi antara indikator dan harga.


Kalkulasi
Momentum dihitung sebagai rasio harga hari ini pada harga beberapa (N) periode lalu.
MOMENTUM = CLOSE(i)/CLOSE(i-N)*100
Where:
CLOSE(i) - adalah harga penutupan untuk bar saat ini;
CLOSE(i-N) - adalah bar harga penutupan beberapa periode lalu.

Money Flow Index - MFI

Indikator teknik Money Flow Index, MFI menunjukkan intensifikasi investasi uang dalam keamanan. Konstruksi dan interpretasinya mirip dengan Relative Strength Index, perbedaanya adalah MFI memperhatikan volume.
Dalam menganalisa Money Flow Index, kita harus mengingat hal berikut:
Perbedaan antara indikator dan pergerakkan harga. Jika harga naik dan Money Flow Index turun (atau sebaliknya) ada kemungkinan besar pembalikkan harga;
Nilai Money Flow Index diatas 80 dan dibawah 20 mengingatkan tentang potensi atas dan bawah pasar.


Kalkulasi
Perhitungan Money Flow Index meliputi beberapa tahap. Tahap pertama menentukan harga khusus (Typical price - TP) dari periode dalam pertanyaan.
TP = (HIGH + LOW + CLOSE)/3
Kemudian menghitung jumlah Money Flow (MF):
MF = TP * VOLUME
Jika harga khusus hari ini lebih besar dari TP kemarin, maka Money Flow dianggap positif. Jika harga hari ini lebih rendah dari kemarin, Money Flow dianggap negatif.
Money flow positif adalah jumlah money flow positif untuk periode tertentu. Money flow negatif adalah jumlah negatif money flow untuk periode tertentu.
Kalkulasi Money Ratio (MR) dengan membagi money flow positif dengan money flow negatif:
MR = Positive Money Flow (PMF)/Negative Money Flow (NMF)
Dan menghitung money flow index menggunakan money ratio:
MFI = 100 - (100 / (1 + MR))

Moving Average Convergence/Divergence - MACD

Indikator teknik Moving Average Convergence/Divergence (MACD) adalah indikator dinamis tren selanjutnya. Menunjukan hubungan antara rata-rata dua pergerakkan harga.
Indikator teknik Moving Average Convergence/Divergence dibentuk dalam perbedaan antara rata-rata periode 26 dan 12. Menunjukakn saat garis sinyal (rata-rata pergerakkan indikator 9 periode) masuk ke MACD.
MACD lebih baik digunakan dalma pasar wide-swing trading. Moving Average Convergence/Divergence biasanya memberikan sinyal jika lintasan atau perbedaan terjadi dalam situasi overbought/oversold.
Crossing
Aturan dasar trading MACD berdasarkan pada crossing indikator dengan garis sinyal. Saat MACD jatuh di bawah garis sinyal, berarti itu waktunya untuk menjual, saat MACD naik diatas garis sinyal, waktu untuk membeli. Beli atau Jual saat MACD turun bergerak di atas atau di bawah nol.
Overbought/oversold conditions
Average Convergence/Divergence juga berguna untuk indikasi kondisi overbought/oversold. Saat MACD naik, berarti harga berlebihan nilai dan akan segera kembali ke level yang lebih realistis.
Divergence
Indikasi bahwa tren terkini diharapkan selesai terjadi saat MACD menyimpang dari harga. Perbedaan Bullish terjadi saat harga mencapai titik maksimum dan di saat yang sama indikator Moving Average Convergence/Divergence gagal mencapai ketinggian baru. Perbedaan Bearish dibentuk saat harga membuat kerendahan baru dan MACD gagal melakukannya. Kedua tipa perbedaan ini sangat penting jika terjadi di area overbought/oversold.
Indikator teknik Moving Average of Oscillator (OsMA) – adalah perbedaan antara Oscillatgor dan Oscillator Smoothing. Dalam hal ini, garis utama MACD digunakan sebagai Oscillator dan garis sinyal sebagai oscillator smoothing.


Kalkulasi MACD
MACD dihitung dengan mengurangi nilai rata-rata pergerakkan eksponen 26 periode dari 12 periode. Titik pergerakkan sederhana 9 periode MACD (garis sinyal) ditempatkan di bagian atas MACD.
MACD = EMA(CLOSE, 12)-EMA(CLOSE, 26)
SIGNAL = SMA(MACD, 9)Where:
EMA - the Exponential Moving Average;
SMA - the Simple Moving Average;
SIGNAL - the signal line of the indicator.

Moving Average of Oscillator - OsMA

Indikator teknik Moving Average of Oscillator (OsMA) – adalah perbedaan antara Oscillator dan Oscillator Smoothing. Dalam hal ini, garis MACD utama digunakan sebagai Oscillator dan garis sinyal sebagai Oscillator Smoothing.


OSMA = MACD-SIGNAL
Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.